Senin, 02 Maret 2015

Alam ini, Syukurilah


Alam adalah karunia Tuhan yang sangat berharga Berkeyainanlah bahwa segala hal di muka bumi ini dicipta dengan berjuta manfaat.  Janganlah pernah mengeluh. Karena mengeluh merupakan pertanda manusia yang hina.  Jadilah manusia bermartabat.Yang mampu mensyukuri segala nikmat.
Segala hal bisa dilihat dari dua sisi. Dari sisi mana kita berdiri.  Manusia bersyukur di satu sisi.  Atau manusia inkar di sisi lain. Manusia syukur akan selalu melihat banyak hal dari banyak sisi positif dan kebermanfaatannya. Sementara itu, manusia inkar akan melihat dari sisi negatifnya.
Kita hidup di bumi yang bertebaran gunung berapi.  Bagaimana kita menyikapinya?  Sebaiknya kita bersahabat dengan alam yang menghidupi kita ini.  Bersahabat tentu bukan menyerah pada alam.  Kita harus mengetahui alam sekitar kita.  Tapi juga bukan dengan semangat untuk menundukkan dan mengeksploitasinya.  Sekali lagi, semangatnya harus semangat bersahabat atau semangat bersyukur.
Kembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkait dengan alam.  Sehingga kita tahu sifat dan karakteristiknya.  Kita bisa mengambil manfaat alam berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi kita tentang alam sekitar kita.  Kita juga mampu menghindarkan diri dengan semaksimal mungkin jika terjadi bencana alam seperti letusan gunung berapi.
Alam memang berjalan dalam alur yang alami.  Kita yang harus mengikuti alurnya sehingga dapat manfaatnya dan terhindar dari mudaratnya.
Taman Kupu-kupu Kota Cimahi
Mencintai Indoensia berarti bersahabat dengan kondisi alamnya.  Tak usah mengeluh lagi.  Syukurilah.

Itu adalah sedikit semangat yang coba disampaikan oleh seorang Guru SMP Negeri 135 Jakarta Mochamad Syafei yang Tim khas kutip dalam tulisan nya di kompasiana 4 tahun yang lalu.
Semoga kita senantiasa saling memotivasi dalam segala hal untuk kehidupan yang lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar